Indonesia Masuk Negara Gagal, Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu
Indonesia Masuk Negara Gagal, Tidak Penting. Daftar negara gagal yang diluncurkan Fund for Peace dan Foreign Policy magazine terdengar serem. Seperti pelajar gagal Ujian Nasional, otomats tidak lulus. Penilaian ini memunculkan perdebatan di media cetak dan elektronik. Tjahjo Kumolo, sekjen PDIP menyayangkan posisi Indonesia yang menempati posisi 63 dari 178 negara dalam Indeks Negara Gagal 2012 “Indonesia negara di ambang gagal, sangat memprihatinkan dan harus introspeksi” ujar Tjahjonya.
Peringatan juga datang dari Setya Novanto, Ketua Fraksi Partai Golkar, dia meminta pemerintah segera berbenah diri pandai-pandai bercermin “Saya menganggap itu sebagai peringatan dini untuk lebih waspada. Anggap saja itu sebagai cermin agar negara berbenah“.
Namun hal ini ditolak mentah-mentah oleh Denny Indrayana mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM. Menurutnya ini adalah pernyataan yang tidak fair.
Memang kalu di lihat dari indikasinya ada benarnya. Pertama tekanan demografis atau masalah degradasi lahan serta tergusurnya warga karena masalah lingkungan. Kedua, ketidakpuasan kelompok ditunjukkan dengan banyaknya aksi demonstrasi serta kekerasan terhadap kelompok-kelompok minoritas.
Namun yang paling memprihatinkan adalah mudahnya para tokoh kita terpengaruh oleh pendapat atau isu-isu dari negara lain. Terutama yang datang dari negara Barat. Apalagi kita sudah sering ditipu Barat, masih saja mau dengarkan omongannya. “anjing menggonggong kafilah berlalu“. Langkah yang lebih realistis dari sekedar perbincangan benar atau tidak negara kita masuk negara gagal adalah pembenahan ekonomi, mengupayakan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan mutu pendidikan serta masih banyak lagi hal-hal penting bahkan sangat penting.
“Biarkan orang berkata apa.. kita tetap berusaha saja”



